Seringkali kita dengar keluhan ibu-ibu
yang mempunyai problem seperti itu. Gak cuma 1-2 orang saja tetapi
kebanyakan dari mereka mempunyai problem yang sama yaitu mempunyai anak
yang gak doyan makan sayur.
Hal itu sudah menjadi kenyataan
dimana-mana. Namun penyelesaian yang dilakukan dengan pemaksaan hanya
akan membuat anak trauma dan semakin tidak menyukai sayur.
Untuk mendapatkan gizi seimbang yang
mencakup sumber karbohidrat, sumber lemak, sumber protein dan sumber
vitamin sementara anak bila tidak mau menjamah sayur bisa diganti dengan
buah-buahan sebagai sumber vitamin.
Akan tetapi tidak berarti sayuran harus
dilupakan. Sumber vitamin tersebut harus diperkenalkan setiap hari pada
si kecil. Cara memperkenalkannya bisa menggunakan trik khusus .
- 1. Membuat sayuran menjadi makanan yang menarik.
Misalnya: memmbuat cake wortel, memotong
kecil-kecil sayur agar tersamar, membuat sayuran dicampur dengan bahan
lain seperti telur dan lain-lain.
- 2. Menggunakan alat bantu makan yang menarik
Misalnya: menggunakan piring atau mangkuk lucu untuk memancing si kecil dan mengalihkan perhatian si kecil agar mau makan sayur.
- 3. Memperkenalkan Sayuran Sejak Dini
Cara yang paling efektif agar anak
menyukai sayur adalah dengan meperkenalkannya sejak mereka masih bayi
sehingga si kecil akan meningat rasa sayur ini terus. Tepatnya saat bayi
sudah boleh mengkonsumsi makanan semui padat sekitar usia 6 bulan.
Pilih sayur yang berserat rendah seperti
wortel, tomat, labu kuning, kangkung atau bayam. caranya dengan
mencampur sayuran tersebut dalam nasi tim saring.
Yang harus diperhatikan saat mengolah
sayur harus hati-hati agar vitaminnya tetap terjaga. Seperti saat
mencuci sayur sebaiknya di bawah air mengalir untuk menghilangkan racun
dan mencucinya pun sebelum dipotong-potong agar kandungan vitaminnya
tidak akan terbuang atau larut dalam air.
Kemudian cara memasaknya pun jangan
direbus terlalu lama, bila ingin merebus sebaiknya biarkan air mendidih
terlebih dahulu baru sayuran dimasukkan. Jangan terlalu lama dan airnya
pun jangan terlalu banyak.
Karena sifat vitamin yang tak larut
dalam lemak seperti vitamin C yang banyak dikandung dalam sayuran mudah
sekali rusak dalam pemanasan atau akan rusak kalau kena penguapan dan
panas tinggi.
- 4. Variasikan Makanan
Makanan bagi si kecil harus beragam dan
bervariasi agar si kecil bukan hanya memperoleh gizi yang baik juga
untuk memudahkannya menerima makanan baru. Selainitu tujuan
memvariasikan makanan agar anak tidak hanya suka dengan makanan yang
itu-itu saja.
- 5. Perkenalkan Sayur Lokal
Sayuran Lokal misalnya daun singkong
bisa diperkenalkan pada si kecil dengan cara diiris-iris halus. Daun
singkong kandunganzatr besinya tinggi sehingga cocok untuk anak yang
tengah masa pertumbuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar