Dalam
hidup bereumah tangga, seringkali kita para orang tua memberikan
perlakuan yang tidak adil kepada anak-anak. Terkadang itu terjadi secara
tidak sadar atau tanpa sengaja. Jika anda memiliki putra putri maka
sayangilah mereka dengan kasih syang yang sama, tanpa membeda-bedakan.
Meskipun mereka memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda, serta memiliki
sifat dan perilkau yang tidak sama. Tetapi mereka tetaplah anak anda
yang memiliki hak yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
Pembedaan
prlakuan pada anak ini biasa tejadi karena sebab-sebab tertentu.
Biasanya anak pertama akan mendapatkan perhatian lebih dari keluarga,
hal ini terjadi dimungkinkan karena biasanya pasangan yang baru menikah
berharap segera memiliki anak, dan ketika anak pertama lahir maka kasih
sayang tercurah sepenuhnya. Dan biasa para orang tua membnyambut
kelahiran bayi pertama dengan sangat antusias. Perlakuan yang berlebihan
terhadapa anak sulung ini terbawa hingga sampai ia tumbuh besar.
Saat
anak kedua lahir, Ibu merasa sudah terbiasa dengan kehadiran seorang
bayi maka penyambutan terhadap bayi kedua ini, biasanya tidaklah serepot
pada kelahiran pertama. Perlakuan ini juga yang akhirnya terbawa sampai
besar. Biasanya anak kedua atau anak tengah akan lebih mandiri
dibandingkan dengan anak sulung dan anak bungsu. Karena perhatian yang
kurang penuh untuk mereka maka mereka lebih memilih melakukan semua
pekerjaannya sendiri dan tidak mau bergantng dari kedua orangtuanya
apalagi kakaknya.
Sementara
anak bungsu, biasanya mendapatkan perhatian yang lebih juga dari kedua
orangtuanya, bahkan bisa mengalahkan perhatian terhadap si sulung.
Seringkali kita melihat anak bungsu yang terlalu dimanja dalam keluarga
menjadi sangat tidak mandiri dalam hidupnya.
Secara
psikologis, kemandirian anak tengah yang muncul karena merasa
terabaikan itu dari satu sisi sangatlah positif. Namun dari sisi lain
seringkali ini menjadi sngat tidak adil baginya. Sebab mentalnya
terpukul hingga seringkali mereka kehilangan kepercayaan diri.
Saya
punya teman yang mengalami perlakuan berbeda dalam keluarganya. Ini
sungguh sangat menyakitkan baginya. Walaupun ia tahu orangtuanya tidak
dengan sengaja memebedakan perlakuan terhadapnya tetapi pengaruhnya luar
biasa. Dia tumbuh sebagai seorang gadis remaja yang sangat pendiam, dan
tidak memiliki kepercayaan diri yang kuat. Berbeda sekali dengan
kakaknya yang sangat PD. Secara intelektul ia memang kalah dengan sang
kakak karena kakaknya lebih pintar dan begitu juga dengan adiknya.
Beberapa
keluarga yang juga pernah saya amati, hampir melakukan hal yang sama
terhadap anak-anaknya. Secara sadar mereka para orangtua tidaklah
sengaja membedakan anak-anaknya. Tetapi hal kecil dan sederhana
dampaknya sangat terasa bagi anak, ia merasa tersisihkan. Misalnya
seorang Ibu dengan sangat bangga bercerita kepada saya tentang kehebatan
anak sulungnya, ia sangat senang karena si sulung bisa juara pertama di
kelas. Dan sayapun mengucapkan selamat kepadanya. Tanpa sadar saya
bertanya bagaiamana cara si Sulung belajar, Si Ibu menjawab ia sangat
setia menemani Sulung belajar sampai larut malam, terkadang sampai mata
sudah terkantuk-kantuk ia betah menemani. Berbeda dengan anak tengah ia
tidak terlihat antusias bercerita tentang anak tengahnya. Karena
menurutnya anak tengahnya itu malas belajar dan bla-bla…terlalu banyak
kesalahan yang terlihat oleh orang tuanya.
Miris
sekali memang, padahal mereka anak-anak itu sebenarnya pintar-pintar.
Tergantng orangtuanya mengarahkan apa yang menjadi minat dan bakat sang
anak. Orangtua tidak bisa memaksa keinginannya kepada anak-anak. Harus
mengikuti semua yang orangtua mau. Betapa tidak adilnya bagi sang anak
jika mereka harus melakukan sesuatu yang sebenarnya sangat tidak mereka
sukai, demi mengikuti orangtua. Padahal si anak memiliki mimpi dan
cita-cita sendiri yang ingin ia wujudkan, tetapi perlakuan orang tua
yang selalu meremehkan membuat mereka terpukul secara mental hingga
kehilangan kepercayaan diri. Semoga ini semua tidak terjadi kepada kita.
Beberapa tips yang bisa membantu anda dalam mengasuh anak-anak:
- Berikan kasih sayang yang sama terhadap anak-anak, tanpa membedakan mereka karena mereka si sulung, sitengah ataupun si bungsu.
- Jika satu anak memiliki tingkat kecerdasan lebih dari anggota keluarga yang lain, berikan pujian kepadanya secara wajar dan tidak berlebihan, yang harus diingat jangan sampai pujian-pujian itu membandingkannya dengan anggota yang lainnya. Karena sikap membandingkan ini merupakan pesan negative yang diterima anak yang belum berprestasi.
- cari tahu apa kelebihan dan keahlian anak anda masing-masing, karena meskipun dilahirkan dari rahim yang sama ternyata mereka tidak memiliki hobi yang sama antara satu dan yang lainnya.
- Selalu memberika motivasi untuk semua keluarga, meskipun ada diantara anak-anak yang gagal atau belum berhasil mendapatkan sesuatu berilah semangat kepadanya, bahwa ia pasti bisa di lain waktu. Hiburlah mereka dan jangan menyalahkan apalagi menghukumnya.
- Kesuksesan anak-anak sebenarnya bergantung dari kesuksesan kita sebagai orang tua dalam mendidiknya. Maka dari itu jadilah orangtua yang cerdas dan bikjak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar