Sopan santun bisa diajarkan bahkan saat
anak yang masih batita. Karena dengan mengajarkan etika anak jadi tahu
apa yang sebaiknya dilakukan atau tidak dilakukan di berbagi kesempatan.
Mengajarkan etika harus
disesuaikan dengan usia anak. Tuntutan sopan santun buat anak sangat
berbeda dengan orang dewasa. Cukup ajarkan hal-hal kecil yang bisa
dilakukan anak di usia ini. Sikap sopan anak akan terbentuk dari
pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama.
1. Santun Berbicara
- Terima Kasih
Ajarkan anak mengucapkan terima kasih
saat ia diberi pertolongan atau diberi sesuatu (misalnya hadiah) dari
orang-orang. Dengan demikian anak-anak terbiasa menghargai orang lain.
Hal-hal yang harus dilakukan jika anak tidak mau mengucapkan terima
kasih:
- Jika anak masih sungkan untuk mengucapkan terima kasih, jangan segan untuk mengucapkan terima kasih atas nama anak. Jika ucapan yang didengar berkali-kali,anakpun belajar etika berterima kasih.
- Jika anak tetap tidak mau mengucapkan terima kasih ingatkan anak denga kata-kata yan halus akan tetapi yang harus diingat adalah hindari sikap mempermalukan anak di depan umum tetapi ingatkan pada saat anda dan anak anda tinggal berdua.
- Berikan teladan. Orang tua juga harus menunjukkan bahwa dirinya beradab bukan hanya menuntut anak berlaku sopan.
- Tolong
Biasakan anak mengucapkan kata “Tolong”
saat meminta bantuan orang lain. Misalnya saat minta diambilkan
air,dibukakan pintu,diambilkan mainan dll. Jangan memaksa dalam
mengajarkannya. Jika anak tidak mau mengatakan “Tolong” hindari menolak
keinginan anak.
Anak hanya perlu diajarkan, bukan
dipaksa. Lambat laun anak akan mengenal pentingnya mengucapkan kata
“Tolong” jika meminta bantuan/pertolongan.
- Maaf
Mengajarkan kata “maaf” dapat dimulai
dari diri orang tua. Misalnya saat orang tua tidak sengaja menginjak
mainan anak mintalah maaf kepadanya. Jangan segan-segan mengucapkan kata
“Maaf” dengan demikian anak akan tahu bahwa dia harus mengucapkannya
kala berbuat salah/Khilaf.
- Permisi
Orang lain memiliki privasi yang perlu
dihargai jadi jelaskan dan ajarkan pada anak bahwa ia harus mengetuk
pintu dan mengucapkan permisi jika hendak masuk kamar orang lain.
Berikan contoh dari tindakan sehari-hari,atau bisa juga mengajarkan
pentingnya kata permisi dan reaksi positif dari lingkungan lewat bacaan
atau dongeng karangan orangtua yang menceritakan bahwa tokoh yang di
dalam dongeng selalu mengucapkan kata permisi kalau masuk kamar orang
lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar